Rabu, 19 Agustus 2015
Arti Perjuangan (Kisah seekor kupu-kupu yang tak bisa terbang)
Minggu, 11 Maret 2012
Kesejukan Hati
Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.
Seperti halnya tanaman, ruhani butuh siraman
Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air. Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.
Seperti itu pula siraman ruhani buat hati manusia. Tanpa kesegaran ruhani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.
Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.
Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.“
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)
Siapapun kita, ada masa lengahnya
Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika ruhani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.
Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.
Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.
Allah swt. berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.” (Al-Jatsiyah: 23)
Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya
Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bedanya, nafsu orang yang beriman lebih terkendali dan terawat. Namun, kelengahan bisa memberikan peluang buat nafsu untuk bisa tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.
Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan shalat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak upaya pencucian, kotoran pun bisa lenyap: warna dan baunya.
Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.“
Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah pengangkat sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.
Sekecil Apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya
Satu hal yang bisa menyegarkan kesadaran ruhani adalah pemahaman bahwa apa pun yang dilakukan manusia akan punya balasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.
Firman Allah swt., “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zilzaal: 7-8)
Pemahaman inilah yang senantiasa membimbing hamba Allah untuk senantiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191)
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Hikmah di Balik Sakit
Hari ini bagi Anda yang diberi kesehatan, mungkin sedang tertawa gembira, melakukan aktifitas kerja, sekolah, dan lain-lain. Bagi Anda yang sehat hari ini jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT. Namun, bagi Anda yang sedang sakit baik yang sedang terbaring di rumah sakit atau yang sedang sakit dan istirahat dirumah juga jangan lupa untuk sabar dan syukur. Tetap Ikhtiar dengan minum obat dengan harapan agar segera sembuh.
Saat menikmati kesehatan, banyak orang yang lupa (tidak pernah berpikir) bahwa kesulitan yang sering terjadi pada ribuan orang lain pada setiap harinya dapat terjadi pada mereka juga.
Itulah sebabnya, saat berhadapan dengan kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, terkadang manusia dengan segera menjadi kurang bersyukur terhadap Pencipta mereka (Allah). Mereka menolak kenyataan takdir seraya mengatakan, “Mengapa ini terjadi pada diriku?” Orang yang jauh dari akhlaq Al-Qur`an cenderung enggan menyerahkan kepercayaan kepada Allah saat mereka sakit.
Di dalam Al-Qur`an, Allah berfirman tentang penyakit yang dihubungkan dengan pentingnya kesabaran melalui saat-saat demikian.
“… sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (al-Baqarah: 177)
Dalam pandangan Islam, sakit merupakan cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya untuk menguji keimanannya. Apabila dengan sakit seseorang masih tetap mau melaksanakan perintah-Nya, maka ia lulus ujian dan akan diangkat derajatnya disisi Allah. Sebaliknya, jika dengan sakit, kemudian perintah-Nya ditinggalkan, dan ia juga berburuk sangka kepada Allah maka ia telah gagal menghadapi ujian dan akan mendapatkan murka dari Allah. Nabi bersabda: “Dan sesungguhnya bila Allah SWT mencintai suatu kaum, dicobanya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya, maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. Dan barang siapa yang murka (tidak ridha) dia akan memperoleh kemurkaan Allah SWT.” (H.R. Ibnu Majah dan At Turmudzi).
Dengan sakit mungkin kita sedang diingatkan oleh Allah karena dosa-dosa kita, kemudaian jika kita bersabar Insya Allah kita akan mendapatkan pahala dari Allah.
Oleh karena itu, disaat sakit kita jangan mengeluh apalagi menyalahkan Allah. Sebab, dengan sakit, Allah memperlihatkan kasih sayangnya kepada kita. Setelah sembuh dari sakit, bukan hanya akan timbul kesadaran akan besarnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Namun lebih dari itu, dosa-dosa kita pun akan diampuni oleh-Nya. Amiiin. Wa Allahu a’lam bi ashawwab.
Jumat, 09 Maret 2012
Keajaiban Sedekah
Berbicara tentang penghasilan/rizki yang berupa uang, dalam Al-Qur'an Surat Albaqarah ayat 195 telah dijelaskan bahwa:"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
Dengan demikian kita hendaknya ingat kepada Allah yang senantiasa memberi rizki kepada kita semua dengan membelanjakan harta di jalan Allah. Bagaimana cara membelanjakannya? Salah satunya adalah dengan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan. Demikian pula yang saya lakukan ketika sedang mengalami kesempitan, saya memberikan sebagian uang gaji saya kepada beberapa orang di sekitar rumah saya dengan niat karena Allah SWT. Selang beberapa hari, kesempitan hidup yang saya alami berupa kelapangan hidup karena dapat terpenuhinya kebutuhan saya saat itu. Hal ini seperti yang telah dijanjikan Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah ayat 261 :"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Demikian cerita saya tentang keajaiban sedekah, semoga menjadi motivasi bagi saya, keluarga saya dan anda yang membaca artikel ini agar senang membelanjakan harta kita di jalan Allah dengan bersedekah. Semoga mendapat ridho dari Allah SWT. Amin..
Rabu, 07 Maret 2012
Selasa, 23 Agustus 2011
Kapan Hari Raya Idul Fitri 2011 M / 1432 H ?
Petugas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, akan melakukan pengamatan bulan atau rukyat di kawasan wisata Tapak Paderi untuk menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah.
"Kami akan melakukan pengamatan posisi bulan atau rukyat di kawasan wisata Tapak Paderi pada 29 Agustus 2011 untuk menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Taufiqurrahman di Bengkulu, Selasa (23/8).
Ia mengatakan, kawasan wisata Tapak Paderi dipilih sebagai lokasi pengamatan bulan karena lokasi itu memiliki ketinggian di atas tujuh meter dari permukaan laut sehingga bisa memandang ke arah matahari terbenam.
"Pengamatan bulan akan dilakukan mulai 17.30 WIB hingga 18.30 WIB dengan menggunakan dua unit teropong khusus. Sekitar 30 tokoh agama Islam akan diundang untuk mengamati bulan sebagai dasar penetapan 1 Syawal 1432 Hijriah," katanya.
Bagi undangan yang berhasil melihat bulan maka yang bersangkutan akan diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Agama Provinsi Bengkulu dan kemudian dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta sebagai dasar penetapan 1 Syawal 1432 Hijriah.
Terkait keputusan Muhammadiyah yang menetapkan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah pada 30 Agustus 2011 menurutnya patut dihormati dan tidak perlu diperdebatkan.
Dalam Islam, ada dua cara menentukan 1 Syawal yakni dengan hisab atau perhitungan jalannya bulan serta dengan rukyat yang berdasarkan pengamatan hilal secara langsung.
"Kemungkinan terjadinya perbedaan sangat besar tapi kami tetap pada keputusan pemerintah dan setiap Kanwil memang diperintahkan untuk melihat bulan atau rukyat," katanya.
Kemungkinan masyarakat Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten juga mengalami perbedaan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Hal ini terjadi karena ada masyarakat dari organisasi Muhammadiyah dan ada juga sebagian kecil dari NU.
Pengurus Muhammadiyah memang sudah memutuskan untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri pada Hari Selasa, 30 Agustus 2011 mendatang. Namun dari ormas lain belum memutuskan kapan jatuhnya 1 Syawal 1432 H karena menggunakan Hilal Global dan lokal. Jika saat melakukan Hilal global pada tanggal 29 Agustus 2011 dan diputuskan sudah terlihat, maka 1 Syawal jatuh pada hari selasa, 30 Agustus 2011 (sama dengan muhammadiyah). Namun jika pada tanggal 29 Agustus 2011 belum terlihat, maka puasa akan digenapkan 30 hari dan 1 syawal jatuh pada Hari rabu, 31 Agustus 2011.
Forum Komunikasi Antar Masjid (FORKAM) se-Jelobo memberikan amanah kepada Masjid At-Taqwa Candirejo, Jelobo, Wonosari, Klaten sebagai Panitia Sholat Idul Fitri 1432 H karena memang tahun ini adalah gilirannya. Sehubungan dengan kemungkinan akan adanya perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 H maka panitia Hari Raya Sholat Idul Fitri 1432 H Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten menyiapkan tempat dan perlengkapan Sholat Id pada hari selasa dan rabu (30-31 Agustus 2011).
Panitia menyiapkan 3 Imam dan Khotib sebagai antisipasi jika ada perbedaan 1 syawal 1432 H, Untuk Imam dan Khotib yang sudah pasti hari selasa direncanakan Bapak Badarudin, Bc.Hk. Kemudian Imam dan Khotib hari rabu juga akan disiapkan.
Demikian sedikit informasi tentang kapan waktu Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Semoga bermanfaat.
I'tikaf
MA’NAHU (Definisinya):
1. Secara bahasa (LUGHATAN): I’tikaf berasal dari kata ‘AKAFA-YA’KIFU-‘UKUFAN (tetap pada sesuatu).
2. Secara syari’at (SYAR’AN): I’tikaf yaitu menetap di masjid & tinggal di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada ALLAH SWT (LUZUUMUL MASJID WAL IQAAMATU FIIHI BINIYYATIT TAQARRUBI ILALLAAHI ‘AZZA WA JALLA)
MASYRU’IYYATUHU (Dalil disyariatkannya):
1. Al-Qur’an surat Al-Baqarah 2 ayat 187: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”
2. As-Sunnah: Dari Aisyah ra: “Adalah nabi SAW melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan ALLAH SWT, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh para istri beliau SAW setelah wafatnya.” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 hari terakhir & i’tikaf di masjid-masjid, hadits no. 2026)
3. Ijma’: Telah sepakat seluruh ummat atas disyariatkannya i’tikaf (AJMA’ATIL UMMATU ‘ALA MASYRU’IYYATIL I’TIKAF).
HUKMUHU (Kedudukan Hukumnya) :
1. WAJIB: Jika merupakan NADZAR, baik nadzar tersebut MUTHLAQ (tanpa syarat) maupun MASYRUTH (dengan syarat, misalnya jika saya dimudahkan urusan maka saya niat i’tikaf), berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: “Umar bernadzar akan i‘tikaf pada zaman jahiliyyah di masjidil Haram. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya: Penuhilah nadzarmu!” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab Apabila seorang bernadzar untuk i’tikaf di masa Jahiliyyah lalu ia masuk Islam, hadits no. 2043)
2. SUNNAH: Pada 10 hari di akhir Ramadhan (berdasarkan hadits Aisyah no. 2026 di atas) & di bulan-bulan lainnya selain Ramadhan (berdasarkan hadits Amrah binti AbduRRAHMAN dari Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf di bulan Syawwal, hadits no. 2041)
ZAMANUHU (Waktu memulai & mengakhirinya):
1. Untuk yang wajib karena nadzar, maka waktunya sesuai dengan yang dinadzarkan (lihat hadits Ibnu Umar no. 2043 di atas)
2. Untuk yang sunnah di bulan Ramadhan, maka masuk masjid saat shalat Shubuh pada hari ke-20 bulan Ramadhan (berdasarkan hadits Amrah binti AbduRRAHMAN, hadits no. 2041 di atas) dan keluar saat akan shalat Ied (berdasarkan semua hadits-hadits tentang jumlah hari i’tikaf di atas).
ARKANUHU (Rukun-rukun I’tikaf):
1. An-Niyyah (niat), berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Bayyinah, 98:5 dan hadits Umar ra : Innamal a’malu bin niyyat.
2. Makanuhu (tempat i’tikaf): Di masjid (berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Baqarah, 2:187), Imam Syafi’i lebih menyukai di mesjid jami’ & Imam Malik mensyaratkan harus di majid jami’, karena i’tikaf akan terputus jika orang tersebut keluar untuk shalat Jumat ke mesjid yang lain.
MAA YUSANNU LIL MU’TAKIF (Apa-apa yang disunnahkan pada orang yang i’tikaf):
1. Puasa (berdasarkan hadits-hadits di atas), pada selain bulan Ramadhan dibolehkan i’tikaf tanpa berpuasa (berdasarkan hadits Umar no. 2043 di atas)
2. Shalat malam baik berjama’ah maupun sendiri-sendiri (berdasarkan hadits Abu Hurairah, Fathul Bari, Kitab Shalat Tarawih, bab Keutamaan org yang melakukan Qiyam Ramadhan, hadits no. 2009)
3. Menanti lailatul qadar (berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 yang akhir & i’tikaf di mesjid-masjid, hadits no. 2027)
4. Membaca al-Qur’an, berdasarkan firman ALLAH SWT pada surat Al-Baqarah (2) ayat 185 : “…bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
5. Berdzikir, membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat, istighfar (berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Ahzab, 33:41 dan hadits Aisyah ra, Fathul Bari, Kitab )
6. Berdoa, berdasarkan Firman ALLAH SWT surat Al-Baqarah (2) ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
MAA YUBAAHU LAHU (Apa-apa yang dibolehkan bagi yang i’tikaf):
1. Perbuatan-perbuatan yang mubah seperti mandi, berminyak wangi, mencukur rambut, berhias, disisir rambut oleh istri, mencuci rambut/keramas (Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab wanita haid menyisir rambut org yang i’tikaf, hadits no.)
2. Boleh bercakap-cakap dengan orang lain, berduaan dengan istri, ataupun karena ada keperluan keluar ke pintu mesjid atau kerumahnya, kemudian kembali lagi (berdasarkan hadits Shafiyyah ra, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab Apakah orang yang i’tikaf boleh keluar untuk keperluannya ke pintu masjid, Hadits no. 2035 & no. 2038)
3. Wanita yang sedang istihadhah (mengeluarkan darah bukan karena haid) boleh ikut i’tikaf (berdasarkan hadits Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, bab i’tikaf bagi wanita yang Mustahadhah, hadits no. 2037)
4. Orang yang i’tikaf boleh membatalkan i’tikafnya karena sesuatu hal yang penting (Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, Bab Orang yang i’tikaf lalu tampak baginya keinginan untk keluar dr i’tikaf, hadits no. 2045)
5. Orang yang i’tikaf boleh membawa barang-barang yang diperlukan, seperti alas tidur ke dalam mesjid (Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, Bab Orang yang keluar dari i’tikafnya di waktu shubuh, hadits no. 2040)
ALLAHu a’lam bish Shawab…
Semoga bermanfaat. Aamiin...
Sabtu, 06 Maret 2010
Keajaiban silaturahmi dan sedekah (Kisah Nyata dari Negeri Arab)
Ba'da salam, tak lupa saya selalu mengajak untuk mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dan hidayahnya kepada kita semua. Sehingga pada kesempatan ini kita masih diberikan kesehatan lahir dan batin. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, shahabat,tabi'it-tabi'in dan para pengikutnya yang istiqomah hingga akhir jaman. Amin.
Pada kesempatan ini saya akan menceritakan sebuah kisah nyata dari Negeri Arab. Cerita ini saya peroleh dari ustadz yang mendapatkan milis dari temannya di Arab. Bagaimanakah ceritanya? marilah kita simak bersama-sama . . .
###
Di Negeri arab ada seorang laki-laki paruh baya, mapan, kaya raya, rakfat namanya. Suatu hari di tengah aktifitas hariannya dia merasakan sakit yang begitu hebatnya, kemudian dia berusaha mendapatkan kesembuhan dengan berobat ke dokter. Vonis dari dokter adalah rakfat mengidap penyakit "KANKER HATI". Di arab sudah semua rumah sakit ia datangi. Berbagai macam obat dari dokter penjuru negeri arab sudah ia minum. Namun ada apa gerangan? Rakfatpun tak kunjung sembuh. Rakfat hampir putus asa, hingga ada seorang laki-laki mendatanginya dan laki-laki itu mengatakan "pergilah ke negeri china, di sana ada obat mujarab dan dokter spesialis. Siapa tahu kamu bisa sembuh setelah berobat dari sana". Tanpa berpikir panjang, rakfat pun menyiapkan segala sesuatunya untuk pergi ke china. Dia pergi naik pesawat,setelah sampai china kemudian dicarilah rumah sakit dan nama dokter yang katanya hebat itu. Akhirnya tak lama kemudian ketemulah Rumah Sakit dam dokter yang dimaksud. Demikian percakapan sekilas antara dokter dengan rakfat ...
###
Rakfat : Alahmdulillah akhirnya saya menemukan anda dok. Saya sudah berobat di semua rumah sakit di negeri saya, namun panyakit saya tak kunjung sembuh.
dokter : memangnya anda sakit apa? coba saya periksa dulu ...
Rakfat : Silahkan dok, berapa pun biayanya nanti akan saya bayar.
dokter : Wah, benar!!! anda menderita sakit kanker hati, dan ini sudah sangat parah. Anda harus segera dioperasi. Bagaimana, apakah anda sudah siap?
Rakfat : Wah!!! operasi dok? Oke lah kalau memang harus operasi, saya siap. Eh, tapi ngomong-omong berapa prosentase kesembuhan saya dok? ada jaminan untuk sembuh ga?
dokter : ya... bisa Fifty-fifty!!! Kalau berhasil ya anda sembuh, tapi kalau gagal anda bisa mati. Bagaimana?
rakfat : kalau begitu saya mau balik ke arab dulu, setelah selesai urusannya saya akan segera kembali kesini. Babaimana?
dokter : wah, anda sudah terlalu parah. waktu anda tinggal sedikit anda harus segera dioperasi.
rakfat : ya udah, kira-kira umur saya berapa lama lagi dok? 1 bulan atau berapa?
dokter : wah, waktu anda hanya sekitar 2 hari lagi. Jika terlambat bisa fatal akibatnya.
rakfat : okelah kalau begitu, saya akan pulang 2 hari. kemudian setelah selesai urusan saya akan segera kembali kesini untuk menjalani operasi.
dan apa kira-kira keputusan dokter? dokter pun mengijinkan rakfat untuk pulang terlebih dahulu.
dokter : Baiklah, silahkan pulang dulu.
###
Rakfat pun akhirnya tiba di negeri arab, apa yang dia lakukan? Dia silaturahmi kepada keluarga, sanak saudara, teman, sahabat dan semua orang yang pernah dia kenal. Rakfat mengunjunginya satu persatu hingga semua mendapat jatah untuk didatangi. Di setiap orang yang ia datangi, rakfat selalu mengatakan bahwa: "Aku sekarang ini sudah tidak punya waktu banyak lagi,dokter memvonis bahwa aku mengidap kanker hati dan umurku tinggal dua hari ini. Semua yang kumiliki kini sudah tidak ada gunanya lagi. Maka dari itu aku memohon maaf kepada anda atas segala kesalahanku selama ini, baik yang saya sengaja maupun yang tidak saya sengaja".
Semua orang yang dia kunjungi merasakan kesihan dan akhirnya memberi maaf dan mendoakan rakfat agar sembuh.
###
Pada hari ke dua rakfat selesai berkunjung kesemua orang, kondisinya pun semakin lemah. Dia berjalan dipapah masuk mobil oleh supirnya, setelah masuk mobil dan sopir siap berangkat ke bandara untuk terbang ke china. Namun rakfat mencegah sopirnya, dari dalam mobil rakfat melihat seorang ibu kelihatan lusuh sedang sibuk mencari sesuatu. Kemudian rakfat keluar dari mobilnya dan mendatangi ibu tadi dan bertanya, "Wahai ibu, apa yang sedang anda lakukan disini?". Ibu itu menjawab:"Oh, anak muda. Alhamdulillah, Allah menunjukkan tempat dimana ada rizki buatku dan anak-anakku di rumah. Hari ini saya akan pesta dengan memasak daging yang aku peroleh. Anak-anakku pasti senang. Rakfat pun terdiam, dan berkata dalam hati :"sisa makanan sampah, tulang-belulang sisa daging yang dipendam mau dibuat pesta? untuk memberi makan anaknya? Ya Allah, apa yang terjadi di sini? sungguh sangat menyedihkan.
###
Rakfat bergegas masuk sebuah swalayan dekat ibu itu mengumpulkan sisi tulang-belulang dan sampah daging. Ditemuilah salah satu pelayan, rakfat berkata: "Wahai pelayan aku membeli daging 1 kg setiap hari selama setahun aku bayar kontan sekarang. Oh, sebentar 1 kg tidak cukup. Kalau begitu 2 kg selama satu tahun aku bayar kontan. Setelah ini berikan kepada ibu itu setiap hari 2 kg selama 1 tahun".
Pelayanpun menjawab: "Baik Pak, terima kasih banyak".
Rakfat keluar dari swalayan sambil membawa daging 2kg dan diberikan ibu tadi untuk dimasak hari ini. Ibu tadi berkata: "Alhamdulillah, Ya Allah ada rizki buatku hari ini." dan Ibu itu pun berdo'a untuk pemuda yang membelikan daging (rakfat): "Ya Allah semoga engkau berikan pemuda ini rizki yang cukup, umur yang panjang, kesehatan, keselamatan, ... " dan masih panjang sekali do'a yang dipanjatkan ibu tadi untuk rakfat.
###
Mendengarkan do'a ibu tadi, semangat hidup rakfat bangkit lagi, tubuhnya menjadi tidak lemas lagi. Setelah itu rakfat pamit, "karena masih ada urusan,maka saya mohon pamit ya bu."
Rakfat kembali masuk mobil dan siap ke bandara untuk terbang ke china. Setelah sampai china dan menemui dokternya.
Rakfat : Dokter, sekarang saya sudah siap 100% untuk operasi!
dokter : Oke, kita lakukan general cek up dulu sebelum melakukan operasi.
dan selang beberapa menit, keluarlah dokter dan membawa hasilnya.
"WOW!!! Sungguh ANEH TAPI NYATA!!! LUAR BIASA!!!
Belum pernah terjadi seperti sebelumnya!" demikian kata dokter.
rakfatpun bertanya, "ada apa dok?"
dokter menjawab : "Sungguh ANEH TAPI NYATA, anda dinyatakan SEMBUH TOTAL dari penyakit KANKER HATI".
Dokterpun masih menyimpan berjuta pertanyaan, mengapa bisa demikian?
"Apa yang anda lakukan selama 2 hari di negeri anda sehingga anda bisa sembuh total?" tanya dokter dengan heran.
rakfat: "Apa dok!!! Saya sembuh total??? Alhamdulillah...
Terima kasih Ya Allah ... (sambil sujud syukur)
Rakfat mulai menceritakan, bahwa selama 2 hari di arab dia telah silaturahmi kepada semua orang yang dia kenal, dia minta maaf dan di depan sebuah swalayan dia memberikan daging kepada ibu 2 kg stiap hari selama 1 tahun dan ia bayar kontan.
###
Demikian, cerita yang saya peroleh dari seorang ustadz. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua peristiwa di atas. Semoga kita semua termasuk orang yang dilindungi Allah SWT, selalu diberikan innayah dan hidayahNya. Amin.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Selasa, 22 Desember 2009
Cinta Sang Duta Pertama
Karena cinta dia rela menghadapi bertubi derita
Cinta merebut dirimu dengan pengorbanan jiwa
Kan kutebus pula dengan sesuatu diatas jiwa
(Ekspresi cinta para sahabat untuk Al-Musthafa, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)
eramuslim - Ia, bagaikan mawar di rerimbunan suku Quraisy. Wajahnya tampan, begitu masyhur di udara Makkah. Cemerlang pemikirannya bukan lagi rahasia, ia sosok cerdas yang menjadi kebanggaan. Tak sampai di situ, ia anak dari seorang bangsawan dengan gemerlap kekayaan. Sejarah menorehkan anugerah panggilan terhadapnya "Penduduk Makkah yang sangat mempesona". Ia tumbuh menjadi anak kesayangan sang ibunda, anak manja begitu para karibnya menyebut sang pemuda. Namun, apakah mungkin jika selanjutnya kisah kehidupan sang pemuda menjadi sebuah legenda keimanan yang begitu agung gaungnya? Allah sebaik-baik penentu lika-liku kehidupan seseorang. Mush'ab bin Umair.
***
Bukit Shafa, Makkah, senja hari.
Mush'ab gelisah menyusuri setapak jalanan. Sesekali ia menengok kiri dan kanan, memastikan tak ada orang yang mengikutinya. Sampai di rumah Arqam bin Arqam, ia berhenti. Sudah dibulatkan tekadnya untuk menjumpai seseorang yang kelak akan dicinta sampai nafas terhembus dari raga. Perlahan Mush'ab membuka pintu, dan di sana telah duduk sosok yang selama ini hanya mampu ia dengar. Ruangan begitu hening, sementara gemerisik pepasir sahara terdengar mengalun dihantarkan angin. Sesaat kemudian Mush'ab terpaku, lantunan syair syahdu yang begitu indah menyapa merdu gendang telinganya. Mush'ab terbuai, hatinya melembut. Sejenak, Mush'ab serasa mengangkasa, terpesona. "Apakah itu, duhai Muhammad?" tanya Mush'ab setelah bibir manis Rasulullah tak lagi bersuara. "Tadi, adalah Al-Qur'an, firman Allah yang maha benar." "Ya Muhammad, bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam agama yang tengah engkau bawa?"
Saat itu betapa berbunga hati manusia pembawa cahaya pada dunia. Pertanyaan yang dilontarkan Mush'ab begitu menggembirakan Al-Musthafa. Akan bertambah pengikutnya satu kepala. Senyuman sang Penerang mengembang, dengan mantap ia bertutur, "Bersaksilah bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah benar utusanNya."
Dan beberapa pasang mata menyaksikan sumpah setia sang pemuda berparas jelita. Mush'ab bersyahadat. Mush'ab nampak berbeda, sebuah keharuan menjelma. Dadanya turun naik, Nabi bersegera menujunya. Tangan Al-Musthafa terulur ke dada Mush'ab, meredam gejolak cinta yang kian berdentang. Dan ajaib lubuk hatinya kini damai. Keduanya kini berpandangan disaksikan langit yang juga bersuka cita. Mush'ab bin Umair, pemuda gagah keturunan seorang bangsawan Quraisy kini sempurna menjadi seorang muslim.
Sejarah mengisahkan betapa Al-Amin mempercayakan kepadanya sebuah emban. Mush'ab dipilih menjadi seorang utusan. Seorang duta pertama dalam Islam. Ada amanah indah yang harus segera ia tunaikan. Tugasnya mengajarkan tentang Islam kepada kaum Anshar yang telah beriman dan berbaiat kepada Rasulullah di Aqabah. Sebuah misi yang tentu saja tidak mudah. Saat itu telah 12 orang kaum Anshar yang beriman.
Mush'ab juga mengemban misi yang lain yaitu mengajak kabilah lain untuk masuk Islam dan mempersiapkan penyambutan hijrah Rasulullah. Ia sungguh tahu betapa berat amanah itu ditanggung. Namun, titah ini terucap dari bibir manis manusia yang ia cinta, yang dipercayainya dan telah melimpahi hatinya cahaya terang benderang. Berbekal cinta, ia menjadi seorang duta kekasihnya, ke Yastrib.
***
Mush'ab memang pemuda kebanggaan, ia berhasil merengkuh hati para penduduk Madinah. Sifat yang ditampakkannya, kejujuran, kezuhudan dan ketulusan telah mengikat banyak perhatian. Ia begitu memahami tugasnya dengan baik. Ia datangi kabilah-kabilah yang bertebaran di Madinah. Setiap rumah, tempat pertemuan, penduduk laki-laki, perempuan, tak luput dari seru syahdu sang Pemuda. Namun tentu bukan tidak ada rintang.
Tak lama berselang, Allah yang Maha Akbar memperlihatkan hasil sebuah usaha sungguh-sungguh Mush'ab bin Umair. Berduyun-duyun manusia berikrar mengesakan Allah dan mengakui Rasulullah sebagai utusan Allah. Jika saat ia pergi ada 12 orang golongan kaum Anshar yang beriman, maka pada musim haji selanjutnya umat muslim Madinah mengirim perwakilan sebanyak 70 orang laki-laki dan 2 orang perempuan ke Makkah untuk menjumpai Nabi yang Ummi. Madinah semarak dengan cahaya.
Duta pertama pilihan Al-Musthafa sukses tanpa tandingan. Sungguh sebuah keberhasilan yang gemilang.
Di Madinah, sebuah persembahan cinta disematkan untuk Mush'ab bin Umair, karena jasa tak terbilangnya sebagai duta. Dari bibir para penduduk Madinah, setiap guru agama akan disapa sebagai "Al-Mush'ab" bukan lagi al-Ustadz.
***
Kemilau kehidupan Mush'ab berakhir di sebuah bukit. Akhir kehidupannya menjelma semerbak kisah yang menjadi pelengkap sejarah kebanggaan kaum Muslimin. Siapkan hatimu, dan petik banyak hikmah, agar engkau meneladani ekspresi kecintaannya kepada Nabi. Inilah kisah kepergiannya:
Bukit Uhud dalam kecamuk perang.
Mush'ab tampil pemberani di sana. Ketika pasukan muslim lengah dan tercerai berai, dan Rasulullah menjadi sasaran setiap kepala pasukan Quraisy, Mush'ab menjelma sebenar-benar pencinta. Ia mengangkat panji itu setinggi-tingginya dan menggemakan takbir ke jauh angkasa. Tujuannya satu, para kafir itu beralih kepada dirinya. Ia memberi isyarat kepada Rasulullah untuk segera pergi. Mush'ab mengerahkan utuh tenaganya. Melompat, berlari, berputar dan menghujamkan sebilah pedang. Seperkasa apapun Mush'ab, ia tetaplah sendirian. Ujung mata tombak itu menembus dadanya. Mush'ab jatuh direngkuh pepasir Uhud.
Jasad pemberani Mush'ab terbaring dengan wajah menelungkup ke tanah, seolah-olah wajahnya tak berani melihat bencana yang kan menimpa sosok yang teramat dicintanya atau mungkin karena ia malu mati terlebih dahulu sebelum memastikan keselamatan raga nabinya. Allah yang maha Mengetahui.
Sungguh saat itu Al-Musthafa berdiri tegak di samping tubuh yang telah sunyi. Wajah rembulan Rasulullah berkabut. Ke dua kelopak matanya terselubungi bening cinta untuk sang duta pertama. Ada luruh air mata dan untaian senandung ketulusan untuk Mush'ab yang kini pergi. Sejenak, Rasul Allah terdiam, namun tak seberapa lama, dari bibir semanis madu itu terungkap sekuntum firman Allah,
"Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur..." (QS 33: 23).
Uhud senyap, banyak jasad yang tak lagi sempurna. Di sana Mush'ab bin Umair menyambut syahidnya. Wajah yang mempesona sebelumnya itu kini berdarah-darah. Tubuh tegap yang dulu selalu berpakaian indah dan jelita, sekarang hanya berbalut kain lusuh yang tak lagi utuh. Ada banyak luka di sana, hunjaman tombak, sayatan pedang, tusukan anak panah. Ke dua tangan pemegang panji kebanggaan Islam tak lagi ada, tangannya begitu sempurna dibabat pongah pedang para kafir Quraisy. Dan rambut Mush'ab, rambut kebanggaan yang dahulu selalu wangi misk dan hitam berkilat itu kini hanya terlihat masai. Rasulullah mengenang pemuda tampan kebanggaannya. Pemuda cerdas duta pertamanya.
Di ujung hening, kesedihan kaum Muslim begitu memulun. Pepasir bukit Uhud, merengkuh begitu banyak para syuhada. Al-Musthafa termenung, ia berjalan perlahan melewati para pemberani yang kini telah disambut para bidadari. Detik itu terpetik sebuah sabda indah untuk mereka yang telah melangkah di jalan Allah, sebuah jaminan pasti untuk mereka,
"Rasulullah akan menjadi saksi dihari kiamat, bahwa kalian semua adalah syuhada di sisi Allah."
Dan selanjutnya kekasih Allah memanggil semua sahabat yang masih hidup untuk sejenak berkumpul. Banyak kepala tertunduk menatap pepasir uhud yang kini berujud merah. Pandangan mereka mengabur karena tersaput selaput basah yang begitu mudah hadir. Sesak dada mereka atas banyak kepergian. Sementara dengan agung, Sang Tercinta melantunkan sebuah alunan permintaan,
"Hai manusia, ziarahilah mereka, datangilah mereka dan ucapkanlah salam. Demi Allah, tidak seorang muslim pun sampai hari kiamat yang memberi salam kepada mereka kecuali mereka membalasnya."
Aduhai Mush'ab bin Umair, salam cinta kami untuk engkau. Keberkahan untukmu Mush'ab yang baik. Kedamaian juga untuk engkau, wahai pencinta Al-Musthafa. Sejahtera atas engkau, wahai Sang Duta pertama. Kami sampaikan salam, semoga engkau mulia di sisi Nya. Amin.
***
Husnul Mubarikah
untuk seseorang yang berkata, "Bunda, rindu ini melangit lagi".
Minggu, 20 Desember 2009
Antara Kebenaran dan Dusta
"Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu," orang itu berteriak balik.
"Baiklah kalau begitu," jawab 'Ali, dan dia menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan", tanya orang itu kebingungan. "Bukankah saya ini musuhmu?"
Ali memandang tepat di matanya dan berkata, "Kamu bersumpah kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena itu majulah dan seranglah aku". Tetapi orang itu tidak mampu.
"Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata," jelas 'Ali. "Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Yaitu antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan mempertanyakan hal ini kepadaku."
"Inikah cara Islam?" Orang itu bertanya.
"Ya," jawab 'Ali, "Ini adalah firman Allah, yang Mahakuasa, dan Sang Unik."
Dengan segera, orang itu bersujud di kaki 'Ali dan memohon, "Ajarkan aku syahadat."
Dan 'Ali pun mengajarkannya, "Tiada tuhan melainkan Allah. Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah."
Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. 'Ali menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi sekali lagi dia tidak membunuh orang itu.
"Mengapa kamu tidak membunuh aku?" Orang itu berteriak dengan marah. "Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?" Dan dia meludahi muka 'Ali.
Mulanya 'Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya. "Aku bukan musuhmu", Ali menjawab.
"Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu."
"Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang itu bertanya.
"Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan". 'Ali menjelaskan kepadanya. "Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk membunuhmu, aku tak boleh."
"Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?"
"Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam."
Dengan segera orang itu bersimpuh di kaki 'Ali dan dia juga minta diajari dua kalimat syahadat.
Wassalam,
sumber : milis daarut tauhid at yahoo dot com
Minggu, 22 Februari 2009
MAKNA SYAHADAT
Ba'da salam, marilah kita senantiasa panjatkan puji sykur kehadirat Allah s.w.t yang telah melimpahkan rahmad dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjunga Nabi besar Muhammad s.a.w, keluarga, sahabat, tabi'it tabi'in dan para pengikutnya yang istiqomah.
Bapak/ibu/saudara sekalian, pada kesempatan ini saya mencoba menerangkan tentang makna syahadat. Dalam pembahasannya nanti akan saya uraikan tentang;(1) Pentingnya syahadat dalam kehidupan muslim; (2) Bahwa syahadat merupakan gerbang pertama seseorang untuk masuk agama islam; (3) Bahwa dua kalimat syahadat adalah inti sari dari ajaran islam; (4) Bahwa syahadat merupakan konsep dasar reformasi total dalam kehidupan ummat.
Mari kita simak uraian berikut dengan seksama, baca dengan hati bersih, pikiran jernih maka anda akan mudah dalam memahami isi dari materi ini.
Bahwa pentingnya syahadatain sudah dijelaskan Allah s.w.t dalam (QS.2:143):
"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) 'Umat pertengahan' agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu..."
Dari ayat di atas sudah jelas bahwa syahadat yang kita ucapkan sangat penting bagi kita dan bagi Rasul. Hal demikian dimaksudkan agar Allah mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang tidak mengikuti Rasul. Ajaran yang diturunkan Allah kepada Rasul adalah agama Islam. Ibarat sebuah bangunan, syahadat adalah pintu masuk ke dalam islam. Dan firman Allah (QS. 7 : 172)
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang)anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), 'Bukankan Aku ini Tuhanmu?' maka mereka menjawab, 'Betul' (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat nanti tidak mengatakan 'Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.'
Dalam ayat lain Allah berfirman:
"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu."
Ayat diatas sudah cukup jelas bahwa manusia wajib mengakui bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah. Maka dari itu jika ada manusia yang menyembah selain Allah disebut musyrik. Jika kita tidak segera kembali ke jalan Allah maka kita akan terjerumus ke dalam api neraka. Maka dari itu segeralah bertaubat dan mohon ampun kepada Allah s.w.t.
Syahadat sebagai inti ajaran Islam. Inti sari adalah isi pokok dari sesuatu, jadi inti sari ajaran Islam berarti isi pokok dari ajaran Islam. Lalu apa isi pokok ajaran Islam? Mari kita lihat firman Allah dalam (QS.21:25)
"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku."
Bapak/Ibu/Saudara sekalian, sekali lagi ayat di atas menerangkan bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Hal ini menjunjukkkan sebuah kemantapan hati untuk mengakui ke-Esa-an Allah. Makna lain bisa disebutkan sebuah ketauhidan. Kemantapan kita dalam beribadah kepada Allah, bahwa dunia yang diciptakan ini, bumi ini, matahari, bintang-bintang, bulan, dan lain-lain adalah Allah yang menciptakan. Dia-lah yang berhak kita sembah, kita mohon pertolongan, kita puji, Dia-lah yang berhak kita cintai.
Selanjutnya mari kita lihat firman Allah dalam (QS.45:18)
"Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui"
Ayat di atas menjelaskan kepada kita agar mengikuti apa yang telah disyariatkan Allah yang telah diwahyukan kepada Rasul dan jangan mengikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui sesuatu.
Selanjutnya akan kita jelaskan tentang konsep dasar reformasi total. Untuk merubah, mengganti pola pikir, sikap, dan perilaku memang tidak mudah. Perubahan yang diharapkan adalah perubahan dari kejahiliyahan menuju jalan lurus dan cahaya terang dari Allah s.w.t
Mengapa perlu ada reformasi? hal ini karena manusia telah banyak melakukan kesyirikan karena kebodohan mereka. Untuk bisa merubahnya, kita yang sudah diberi rahmad dan hidayah oleh Allah wajib mempelopori perubahan tersebut. Kita harus berusaha merubahnya. Seperti firman Allah (QS.13:11)
"...Sesunggunya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri...."
Bapak/Ibu/saudara sekalian, semua sudah jelas bahwa apabila kita menginginkan sebuah perubahan maka kita sendiri yang harus berusaha merubahnya, soal hasil Allah yang akan menentukan. Contoh: Kita ingin ada perubahan dalam keuangan kita, maka kita harus bekerja keras untuk memperoleh uang. Karena uang tidak serta merta jatuh dari langit begitu saja; untuk merubah keimanan suatu kaum/golongan/kelompok kita harus sedikit demi sedikit memberi penjelasan, memberi perubahan pola pikir, dan keyakinan bahwa Allah yang berhak kita sembah. Bukan batu, pohon besar, atau yang lainnya.
Selanjutnya setelah Rasul menerima wahyu dari Allah kemudian diwajibkan untuk menyampaikannya (berda'wah) kepada masyarakat jahilliyah. Bahwa Allah itu satu, Allah tempat meminta segala sesuatu, Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan; dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas:1-4).
Demikian sedikit artikel tentang makna syahadat. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Menjadi pencerahan bagi kita dan dapat menambah iman dan taqwa kepada Allah s.w.t amin.
Apabila ada salah itu semua dari kebodohan saya sendiri dan apabila ada benarnya itu semua dari Allah s.w.t
Jazakumullah Khoiron Katsiron
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Sumber:
1. Al-Qur'anul Karim, Terjemah Depag RI
2. Materi Tarbiyah.Ummu Yasmin.Media Insani Press.
Kamis, 19 Februari 2009
Mencari Rizki yang Halal
Mencari Rizki yang Halal
Assalamu’alaikum wr.wb
Pertama-tama tak lupa marilah senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmad dan hidayahnya kepada kita semua. Dengan demikian kita masih dapat beraktifitas dengan baik. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w, serta keluarga, shahabat, tabi’it tabi’in dan pengikutnya yang selalu istiqomah.
Bapak/ibu/saudara sekalian, pada kesempatan ini saya sedikit akan memberikan tausiyah tentang mencari rizki yang halal. Manusia di bumi dijadikan sebagai kholifah (pemimpin) untuk mengelola bumi dan memanfaatkannya dengan baik sebagai ladang bekal mencari rizki di dunia dan ladang amal untuk kehidupan di akhirat. Selama kita hidup di bumi, kita wajib beribadah dan bekerja mencari nafkah untuk menghidupi dirinya, keluarganya maupun orang lain yang membutuhkan.
Akhir-akhir ini dunia sedang mengalami krisis global, dampaknya mengenai masyarakat dunia. Khususnya masyarakat
Dengan adanya krisis global, banyak pabrik yang mulai gulung tikar, akhirnya terjadi pengurangan karyawan yang sering kita dengar dengan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Bagi pimpinan perusahaan yang sedang mengalami bangkrut juga harus bersabar dan jangan menyerah tetaplah berusaha, kreatif untuk mencari jalan agar perusahaannya bias bangkit kembali. Bagi karyawan yang terkena PHK juga jangan putus asa, tetaplah berusaha putar otak menggali kreatifitas bagaimana caranya agar bisa mendapat penghasilan. Misalnya, dengan usaha kecil menengah. Sebuah usaha yang dijalankan dengan anggota dari keluarganya sendiri. Bisa dengan gaduh kambing, gaduh sapi, ternak ayam, ternak kelinci, dll. Insya Allah sedikit demi sedikit akan berkembang.
Kita sebagai umat Islam hendaknya mencari rizki dengan cara yang baik. Seperti dalam Hadits riwayat Imam Bukhori dan Muslim :
“Wahai sekalian manusia! Tawakallah kamu sekalian kepada Allah! Dan carilah rizki dengan cara yang baik! Karena sesungguhnya seseorang tak akan mati sebelum hak rizkinya penuh, meskipun terlambat. Maka tawakkallah kepada Allah! Dan carilah rizki dengan cara yang baik. Ambillah yang halal dan tinggallah yang haram.”
Memang pada jaman sekarang tidak mudah apa yang kita dengar dari hadits di atas, namun kita wajib berusaha dengan sungguh-sungguh. Akhir-akhir ini banyak para advertiser dalam mencari rizki melalui internet, mereka membuat website-website yang isinya mengundang maksiat. Sebagai contoh, website yang isinya gambar pornografi, video porno, dll. Memang dari website tersebut mereka memperoleh imbalan atau pendapatan yang banyak, namun hasil mereka termasuk tidak halal. Ibarat pegagang cara menjual mereka benar, maksudnya seperti penjual pada umumnya namun yang mereka jual adalah baranga haram. Dengan demikian hasil mereka sudah jelas haram.
Namun ada juga saudara kita yang membuat website yang isinya artikel tentang keislaman, sejarah nabi, sejarah shahabat, dll. Kemudian ada juga yang website tentang ilmu pendidikan yang dibutuhkan oleh para pelajar dan mahasiswa. Dengan demikian apabila mereka memperoleh rizki dari website tersebut Insya Allah hasilnya halal. Memang dunia ini serba manis dan menyenangkan. Seperti dikatakan dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim :
“Sesungguhnya dunia itu serba manis dan menyenangkan. Dan sesungguhnya Allah s.w.t sudah menjadikan kamu semua untuk mengurusnya. Tinggallah nanti Allah akan melihat apa yang hendak kamu kerjakan. Maka hati-hatilah kamu akan tipu daya dunia dan tipu muslihat wanita.”
Kita sebagai manusia, khususnya umat Islam wajib saling mengingatkan. Memang manusia tempat salah, lupa dan dosa apabila ada yang salah kita wajib mengingatkan. Marilah berlomba-lomba mengajak kebaikan.
Bagi anda yang belum mempunyai pekerjaan, jangan putus asa. Teruslah berusaha dan diiringi dengan do’a. Bagi anda yang sudah mempunyai pekerjaan yang halal, jangan lupa untuk bersyukur dan nafkahkanlah sebagian rizki anda kepada orang yang membutuhkan.
Demikian sedikit tausiyah yang bisa saya sampaikan tentang mencari rizki yang halal. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah iman dan taqwa kita kepada Allah s.w.t. sekian terima kasih.
Jazakumullah khoiron katsiron.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Sumber: HR.Imam Bukhori & Muslim
Senin, 26 Januari 2009
Motivasi Belajar
Motivasi Diri
Assalamu'alaikum wr.wb.
- Sdaffer, belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap, sebagai hasil pengalaman-pengalaman atau praktik.
- Whittaker, belajar adalah proses tingkah laku yang ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
- Kimble, belajar adalah perubahan relatif permanen dalam potensi bertindak, yang berlangsung sebagai akibat adanya latihan yang diperkuat.
- Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
Kesimpulannya, bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru sebagai pengalaman individu itu sendiri.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:- Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
- Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.ada beberapa tips untuk meningkatkan motivasi belajar, yaitu:
- Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan orang yang berprestasi, akan membuat kita menjadi gemar belajar. Selain itu, coba cari teman yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiswa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi. Nabi Muhammad pernah mengatakan "Apabila sebuah urusan dikerjakan bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya". Artinya dalam sebuah urusan atau pekerjaan sebaiknya kita serahkan kepada ahlinya. Apabila kita tidak tahu maka bertanyalah kepada ahlinya (yang lebih tahu).
- Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
- Belajar dari internet
Memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satunya dapat untuk bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. - Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalahnya banyak. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya..
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Hanafi