Mencari Rizki yang Halal
Assalamu’alaikum wr.wb
Pertama-tama tak lupa marilah senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmad dan hidayahnya kepada kita semua. Dengan demikian kita masih dapat beraktifitas dengan baik. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w, serta keluarga, shahabat, tabi’it tabi’in dan pengikutnya yang selalu istiqomah.
Bapak/ibu/saudara sekalian, pada kesempatan ini saya sedikit akan memberikan tausiyah tentang mencari rizki yang halal. Manusia di bumi dijadikan sebagai kholifah (pemimpin) untuk mengelola bumi dan memanfaatkannya dengan baik sebagai ladang bekal mencari rizki di dunia dan ladang amal untuk kehidupan di akhirat. Selama kita hidup di bumi, kita wajib beribadah dan bekerja mencari nafkah untuk menghidupi dirinya, keluarganya maupun orang lain yang membutuhkan.
Akhir-akhir ini dunia sedang mengalami krisis global, dampaknya mengenai masyarakat dunia. Khususnya masyarakat
Dengan adanya krisis global, banyak pabrik yang mulai gulung tikar, akhirnya terjadi pengurangan karyawan yang sering kita dengar dengan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Bagi pimpinan perusahaan yang sedang mengalami bangkrut juga harus bersabar dan jangan menyerah tetaplah berusaha, kreatif untuk mencari jalan agar perusahaannya bias bangkit kembali. Bagi karyawan yang terkena PHK juga jangan putus asa, tetaplah berusaha putar otak menggali kreatifitas bagaimana caranya agar bisa mendapat penghasilan. Misalnya, dengan usaha kecil menengah. Sebuah usaha yang dijalankan dengan anggota dari keluarganya sendiri. Bisa dengan gaduh kambing, gaduh sapi, ternak ayam, ternak kelinci, dll. Insya Allah sedikit demi sedikit akan berkembang.
Kita sebagai umat Islam hendaknya mencari rizki dengan cara yang baik. Seperti dalam Hadits riwayat Imam Bukhori dan Muslim :
“Wahai sekalian manusia! Tawakallah kamu sekalian kepada Allah! Dan carilah rizki dengan cara yang baik! Karena sesungguhnya seseorang tak akan mati sebelum hak rizkinya penuh, meskipun terlambat. Maka tawakkallah kepada Allah! Dan carilah rizki dengan cara yang baik. Ambillah yang halal dan tinggallah yang haram.”
Memang pada jaman sekarang tidak mudah apa yang kita dengar dari hadits di atas, namun kita wajib berusaha dengan sungguh-sungguh. Akhir-akhir ini banyak para advertiser dalam mencari rizki melalui internet, mereka membuat website-website yang isinya mengundang maksiat. Sebagai contoh, website yang isinya gambar pornografi, video porno, dll. Memang dari website tersebut mereka memperoleh imbalan atau pendapatan yang banyak, namun hasil mereka termasuk tidak halal. Ibarat pegagang cara menjual mereka benar, maksudnya seperti penjual pada umumnya namun yang mereka jual adalah baranga haram. Dengan demikian hasil mereka sudah jelas haram.
Namun ada juga saudara kita yang membuat website yang isinya artikel tentang keislaman, sejarah nabi, sejarah shahabat, dll. Kemudian ada juga yang website tentang ilmu pendidikan yang dibutuhkan oleh para pelajar dan mahasiswa. Dengan demikian apabila mereka memperoleh rizki dari website tersebut Insya Allah hasilnya halal. Memang dunia ini serba manis dan menyenangkan. Seperti dikatakan dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim :
“Sesungguhnya dunia itu serba manis dan menyenangkan. Dan sesungguhnya Allah s.w.t sudah menjadikan kamu semua untuk mengurusnya. Tinggallah nanti Allah akan melihat apa yang hendak kamu kerjakan. Maka hati-hatilah kamu akan tipu daya dunia dan tipu muslihat wanita.”
Kita sebagai manusia, khususnya umat Islam wajib saling mengingatkan. Memang manusia tempat salah, lupa dan dosa apabila ada yang salah kita wajib mengingatkan. Marilah berlomba-lomba mengajak kebaikan.
Bagi anda yang belum mempunyai pekerjaan, jangan putus asa. Teruslah berusaha dan diiringi dengan do’a. Bagi anda yang sudah mempunyai pekerjaan yang halal, jangan lupa untuk bersyukur dan nafkahkanlah sebagian rizki anda kepada orang yang membutuhkan.
Demikian sedikit tausiyah yang bisa saya sampaikan tentang mencari rizki yang halal. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah iman dan taqwa kita kepada Allah s.w.t. sekian terima kasih.
Jazakumullah khoiron katsiron.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Sumber: HR.Imam Bukhori & Muslim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar